Eh, Minal Aidzin Waal Faidzin

Hari Raya Idul Fitri di depan mata, banyak yang ngucapin kata-kata di WhatsApp, Gak jarang juga sama kartu ucapannya, hari raya di depan mata, Merayakan momentum kemenangan walaupun di tengah pandemi ini, Takbir tak henti berkumandang di langit mempesona ini. Tapi apa ya "Minal Aidzin Wal Faidzin", Bahasa Arab bukan?, Apa cuma dipahami sama kita aja?

Secara harafiah sih
Sumber : suaramahasiswa.info
Minal aidzin waal faidzin itu ternyata kata dari bahasa Arab yang jadi budaya itu. Meski sebenernya orang Arab sendiri gak tahu sama gak paham makna keseluruhan paling gak per kata doang yang artinya "Orang yang kembali, Orang yang beruntung!" Puitis banget kan? Jadi cocok juga pas banget buat kita ucapin di hari raya ini kata Arwani Faishal, Komisi Fatwa MUI, ya walau gak seviral di asal tempatnya sendiri. Konon katanya pujangga 'Shafiyyudin Al-Hali' pas zamanya Andalusia. Singkat cerita itu syair buat ngegambarin cewe berdendang di hari raya. Gak cuma indonesia gaes, negeri jiran kayak Malaysia, dan negara di Asia Tenggara lainnya juga sama kok ngucapin ini. Kenapa? Soalnya bahasa kita masih serumpun gaes, yakni Bahasa Melayu. Tapi kalo di Timur Tengah lafalnya 'Taqabalallahu Mina Waa Minkum, Syiyamaana Waa Syiyaamakum' maknanya "Mudah-Mudahan Allah Menerima Amalan Puasa Saya sama Puasa Kamu Juga". Namun, bolehkah kita mengucapkan kalimat ini? Boleh saja kok, ibarat kita mendoakan lawan bicara kita di hari kemenangan ini.
Terlepas dari itu semua, Lebaran tahun ini punya cerita yang berbeda dibandingkan tahun tahun kemarin, walaupun begitu rasa syukur tak mengurangi guna merajut kebahagian di masa yang mendatang.

Selamat Idul Fitri, Taqabalallahu Minna  Wa Minkum Shiyamaana, Wa Shiyaamakum. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 




Komentar